PROFIL
PROFIL PENDIRI YAYASAN
PROF. DR. MOHD. ALI BEY, M.A., Ph.D.
Prof. Dr. Mohd. Ali Bey, M.A., Ph.D. adalah seorang tokoh nasional, pendidik, dan negarawan yang memiliki kontribusi penting dalam sejarah pendidikan dan kehidupan ketatanegaraan Republik Indonesia. Beliau dikenal sebagai sosok intelektual yang mengabdikan hidupnya untuk pengembangan sumber daya manusia, khususnya melalui jalur pendidikan dan pengabdian kepada negara.
Dalam perjalanan karier kenegaraannya, Prof. Dr. Mohd. Ali Bey pernah menjabat sebagai Kepala Bagian pada Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, sebuah posisi strategis yang menempatkan beliau di pusat dinamika pemerintahan dan demokrasi Indonesia. Selain itu, pada masa awal Republik, beliau juga dipercaya mengemban amanah sebagai anggota Majelis Tinggi Pendidikan pada era Presiden Ir. Soekarno, yang berperan dalam merumuskan arah dan fondasi kebijakan pendidikan nasional.
Di tingkat internasional, Prof. Dr. Mohd. Ali Bey turut terlibat dalam peristiwa bersejarah Konferensi Asia-Afrika di Bandung, sebuah tonggak penting dalam sejarah diplomasi dunia. Keterlibatan beliau bersama tokoh-tokoh nasional, termasuk Ruslan Abdul Ghani sebagai Sekretaris Konferensi, mencerminkan komitmen beliau terhadap semangat solidaritas bangsa-bangsa Asia dan Afrika, anti-kolonialisme, serta kemandirian negara berkembang. Dari semangat inilah lahir penamaan “Asia-Afrika” sebagai identitas perjuangan dan visi lembaga pendidikan yang beliau dirikan.
Berangkat dari keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan utama pembebasan dan kemajuan bangsa, pada tahun 1980 Prof. Dr. Mohd. Ali Bey mendirikan Yayasan Pendidikan Muslim Asia-Afrika. Yayasan ini didirikan dengan tujuan memberikan akses pendidikan yang layak dan berkesinambungan bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dari kalangan kurang mampu, tanpa membedakan latar belakang sosial dan ekonomi.
Di bawah gagasan dan nilai-nilai yang beliau tanamkan, Yayasan Pendidikan Muslim Asia-Afrika berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mengelola jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi. Seluruh perjuangan tersebut dijalankan dengan semangat kemandirian, pengabdian, dan keikhlasan, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan sarana, pendanaan, dan tantangan administratif.
Warisan pemikiran Prof. Dr. Mohd. Ali Bey tidak hanya tercermin pada institusi yang beliau dirikan, tetapi juga pada nilai-nilai yang terus hidup hingga kini: keberpihakan pada pendidikan rakyat, keteguhan menjaga aset pendidikan, serta keyakinan bahwa negara memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Hingga saat ini, Yayasan Pendidikan Muslim Asia-Afrika tetap melanjutkan cita-cita luhur pendirinya sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Prof. Dr. Mohd. Ali Bey kepada bangsa, negara, dan dunia pendidikan Indonesia.

